Jangan tinggalkan witir…

Berawal dari sebuah surfing saya menemukan tulisan “para jama’ah shalat tarawih yang banyak meninggalkan masjid, pulang ke rumah – rumah mereka untuk MENGERJAKAN SHALAT WITIR di rumah.”
Iya, demikianlah kenyataan yang terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal kami, baik di masjid – masjid besar maupun di surau2 kecil.

Saya tidak tau, apakah gerangan yang memotivasi mereka untuk segera meninggalkan masjid saat shalat tarawih selesai, dan menyisakan shalat witirnya di rumah. Mungkin banyak kaum muslimin yang menganggap hal itu adalah sebuah keutamaan dan mendatangkan banyak pahala. Namun sesuaikah hal ini dengan sunnah?

Untuk menjawabnya, akan kami hadirkan sebuah hadits shahih berikut ini…

عَنْ أَبي ذَرٍ رضي الله عنه قَالَ : لَفلمَّا كانت الخَامِسَةُ قام بِنَا حتَّى ذَهَبَ شطْرُ اللَّيلِ فَقُلتُ: يا رَسُولَ الله، لو نَفَلْتَنَا قِيَامَ هذهِ اللَّيلةِ، قَالَ: فَقَالَ: إنَّ الرَّجُلَ إذا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنصَرِفَ حُسِبَ له قِيَامُ لَيلَةٍ،

Abu Dzar radliyallahu’anhu menceritakan [yang kurang lebih artinya],” Ketika malam tersisa lima hari lagi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat bersama kami hingga berakhir/selesai pada waktu tengah malam. Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana seandainya kita shalat lagi pada (sisa) malam ini?”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Sesungguhnya, seseorang yang shalat bersama imam hingga selesai, maka dihitung baginya shalat semalam suntuk”. [HR. Abu Dawud (no. 1375), At-Tirmidzi (no. 806)]

Ya, jika kita telaah sesuai sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentunya kita sepatutnya mengkoreksi tindakan kita ketika memutuskan pulang untuk meninggalkan shalat witir bersama imam dan pulang ke rumah.
Mengapa…? Karena hal ini akan sangat merugikan kita. Kita akan kehilangan keutamaan pahala shalat semalam suntuk…!!!

Bahkan ketika Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah ditanya ,”Mana yang engkau senangi shalatnya seseorang bersama manusia di bulan ramadhan ataukah ia shalat sendirian?

Maka beliau menjawab, ”Jika ia shalat bersama manusia, maka ia telah menghidupkan sunnah”.
Beliau menambahkan, ”Aku menyukai untuk shalat bersama imam dan witir bersamanya” [dlm. buku Tuhfatul-Ahwadzi (III/448)]

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: